Buat pembaca blog gua, makasih ya. Tanpa kalian mungkin ni blog gak bakalan berkembang sampe chapter 33. Semoga kalian gak bosen-bosen baca postingan-postingan gua yang gak jelas ini :D. Arigatou Gozaimassu *bungkuk*. Oh, iya. Gomen gua gak mosting beberapa hari ini karena koneksi internet gua lagi mpot-mpotan kayak mobil butut. Jadi beberapa postingan yang gua simpen di draft hape belum gua post.
Eniwey, kenapa gua kasih judul postingan ini dengan judul "sakit"? Ini ada sedikit conversasion antara gua sama temen gua.
Temen gua: Lu sakit?
Gua: Ya.
Temen gua: Demam?
Gua: *geleng-geleng*
Temen gua: Lu galau?
Gua: Itu lebih tepatnya.
Gua lagi galau karena..., gua mau mengakhiri mencarian cinta gua (azzeekk). (Background Sound: Pee Wee Gaskins - Satir Sarkas). Semakin lama kok makin sakit kalo di tahan. Dan gua juga gak ada perubahan sama dia. Malah dia yang makin ngejauhin gua. Kenapa? Who knows? Mungkin dia udah tau gua suka sama dia jadi dia ngejauhin gua? Ato karena gua banyak nyampah di SMS-SMSnya? Who knows and Who Cares? Gara-gara dia hidup gua udah hampir hancur. Nilai-nilai gua ancur, kondisi keuangan naik-turun, gua lebih sering menung di kamar sendirian, gua jadi pendiem, pokoknya ini semua bertolak-belakang sama kebiasaan dan perilaku gua. Yang biasanya periang jadi pendiem, kuper, de el el. Gua jadi kurus gara-gara dia. Gua pengen gemuk lagi. Gua kangen makan banyak. Gua gak mau lari pagi lagi buat ngecilin perut. Gua mau bebas. Bebas melakukan apa aja. Pokoknya mulai sekarang gua mau jadi jomblo yang hepi. What ever it takes ~ (Background Sound: Muse - Survival). Tapi problem baru muncul ke permukaan.
GIMANA CARA GUA MELUPAKANNYA?
Ini mungkin menjadi problem yang paling menyulitkan buat gua karena selama 4 bulan pikiran gua terus ke dia. Suaranya selalu membayangi kuping gua. Wajahnya selalu tebayang dimata gua. Pokoknya gua pengen jadi pacarnya. Tapi semua berubah sejak negara api menyerang (lho?).
Gua masih nyari "solusi" buat ngelupain dia (sampe sekarang gua masih keinget terus ama dia). Gua mencoba mengisolasi diri. Tapi gagal gara-gara di cegah mulu ama nyokap. Ada yang punya solusi?
(©Anonymous48Project)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar